Wajib Tahu ! 344 Juta Pengguna Android Jellybean Terancam Cybercrime Lewat Heartbleed bug?

BERITA - 21 September 2017, By ADMIN WEB

Ancaman bug Heartbleed saat ini menjadi momok tersendiri bagi para pengguna smartphone, khususnya Android. Pasalnya bug yang menyerang langsung ke sistem pertahanan dengan membuka data enkripsi rahasia ini menyerang ke platform dengan basis OpenSSL. Dan seperti diketahui, Android berbasis sepenuhnya pada OpenSSL.

Heartbleed bug memang bukan malware anyar di dunia teknologi. Bug satu ini sejak bertahun-tahun sudah menjadi makanan empuk bagi para pelakon cybercrime, dengan membuka data rahasia enkripsi dari satu website atau aplikasi, dan mencuri data-data penting penggunanya. Namun akhir-akhir ini, Heartbleed bug kembali merebak setelah beberapa ponsel android diketahui terinfeksi virus satu ini.

headrwalw Malware Jahat

Google sendiri sebagai pembesut platform Android, cukup tanggap bereaksi untuk menutup lubang di sistem keamanan yang disebabkan oleh heartbleed bug di OpenSSL, namun bug yang sama masih menghantui jutaan smartphone android di seluruh dunia.

Minggu lalu sebagian besar aplikasi Google sudah diperbaiki dari serangan Heartbleed bug ini, termasuk Search, Gmail, YouTube, Wallet, Play, Apps, dan App Engine. Dan kali ini vendor search engine terbesar di dunia ini juga menambal susupan Heartbleed bug di layanannya yang lain seperti Google AdWords, DoubleClick, Maps, Maps Engine, Earth, Analytics, dan Tag Manager – yang sebenarnya sudah mulai diperbaiki dari Heartbleed bug sejak minggu lalu, namun baru diungkap ke publik saat ini.

Kemarin disaat yang sama ketika mengumumkan bahwa sebagian besar aplikasi dan layanan dari Google dapat digunakan tanpa rasa khawatir akan infeksi Heartbleed bug, Google pun mengumumkan sayangnya keamanan itu tak bisa dipastikan untuk semua versi android. Untuk versi android selain 4.1.1 Jelly Bean, dapat dipastikan aman.

Tak ada yang tahu berapa banyak gadget yang bekerja dengan basis Android 4.1.1 Jelly Bean, meskipun per tanggal 1 April lalu berdasar dari data statistik Google menyebut seri Android 4.1.x (termasuk 4.1.1 dan 4.1.2) bekerja dalam 34.4 persen dari total gadget Android. Dalam statistik – yang cukup mengejutkan, versi android 4.1.x termasuk yang paling banyak digunakan, baru berikutnya menyusul versi Android 4.2.x Jelly Bean dengan presentase 18.1 persen, baru Android 2.3.3 hingga 2.3.7 Gingerbread dengan 17.8 persen.

Dari data diatas, bila diasumsikan ada 1 miliar ponsel android diaktifkan per September tahun lalu, berarti saat ini ada sekitar 344 juta ponsel android yang sedikit mengalami ancaman dengan adanya Heartbleed bug ini.

Salah satu developer yang merilis aplikasi virus scan dan lain-lain, Lookout, baru-baru ini meluncurkan aplikasi yang nantinya dapat melihat apakah suatu ponsel android terinfeksi Heartbleed bug atau tidak. Ketika aplikasi ini bekerja, akan muncul peringatan berwarna merah bila ternyata ponsel android terinfeksi Heartbleed bug, dan bug tersebut aktif, kuning bila ditemukan Heartbleed bug namun tak aktif. Namun sayangnya aplikasi scan Heartbleed bug dari Lookout tersebut tak dapat sepenuhnya melenyapkan atau menonaktifkan Heartbleed bug tersebut. Diharapkan bila mengetahui adanya Heartbleed bug dalam ponsel android pengguna, maka pengguna lebih was-was bila ada transaksi online banking yang terjadi tanpa sepengetahun pengguna.

Wajib Tahu ! 344 Juta Pengguna Android Jellybean Terancam Cybercrime Lewat Heartbleed bug? | ADMIN WEB | 4.5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *