Kelompok Ini Selalu Mengatasnamakan Jihad, Ini Cara fb dan Google Untuk Memusnahkanya

UNIK - 14 September 2017, By ADMIN WEB

Belum lama ini Indonesia terguncang oleh masalah teroris dan serangan kelompok ISIS radikal. Serangan tersebut secara tidak langsung telah memberi banyak pelajaran kepada kita secara pribadi maupun bagi semua manusia di dunia, bahwa tindakan terorisme dapat ditolak dengan cara yang tidak kita memancing atau merasa terintimidasi.

anti issis

Upaya terorisme dipraktikkan hampir di mana-mana di dunia ini. Demikian pula, oleh perusahaan teknologi besar seperti Google dan Facebook, semuanya bersatu untuk bergabung dalam suara untuk melawan terorisme.

Tak kalah uniknya, facebook juga meluncurkan program kampanye sosial untuk melemahkan ISIS melalui dunia maya. Caranya adalah membombardir akun atau halaman yang terkait dengan gerakan ISIS, dengan komentar positif dan penyerangan “Like” alias khas Facebook jempol.

Informasi lebih lanjut mengenai upaya perusahaan teknologi global dalam perang melawan gerakan teroris telah dirangkum dalam artikel berikut.

Google memblokir jaringan ISIS

Seperti yang kita semua tahu, jaringan komunikasi sesungguhnya yang dibentuk oleh militan iSIS juga telah merambah beberapa media digital. Dari situlah Google memiliki misi untuk menghentikan gerakan ISIS di ranah digital. Disampaikan oleh Jared Cohen sebagai Direktur Gagasan Google, cakupan sebenarnya dari karya ISIS dapat sangat dibatasi hanya melalui saluran online yang sangat terbatas.

“Mereka (ISIS) beroperasi di jaringan internet yang berbeda yang kita gunakan. Ternyata, seputar ISIS dalam kegelapan web bisa dilakukan,” kata Jared.

Jared juga mengatakan bahwa dengan membatasi akses digital ISIS ke Jaringan Kegelapan, mereka akan lebih terbatas untuk menyebarkan informasi atau berkomunikasi satu sama lain. Sebagai informasi kepada rekan kerja yang tidak dikenal, Dark Web adalah bagian dari dunia digital online yang memerlukan konfigurasi khusus dan hak akses perangkat lunak untuk mengakses dunia.

Meski begitu, konten konten yang beredar di Dark Network mungkin tidak di indeks biasa dari search engine seperti Google. Oleh karena itu, kemungkinan mengetahui informasi oleh pengguna pada umumnya akan sangat kecil.

Langkah serupa telah dilakukan di Indonesia

Sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh Google, di Indonesia hanya pemerintah dalam memperjuangkan langkah-langkah untuk membatasi lebih jauh sejumlah situs yang mengandung konten atau konten yang radikal dan berbau terorisme. Pergerakan tersebut diarahkan khususnya oleh Kemenkominfo dengan cara memblokir 11 situs yang dibebankan secara radikal serta sejumlah akun media sosial yang juga diasumsikan membawa propaganda serupa.

Hingga 2015, Kemenkominfo mengklaim tidak kurang dari 78 video radikalisme ISIS telah dikeluarkan dari peredaran internet. Langkah cepat dalam pembatasan akses jaringan situs sangat diperlukan tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga dengan bantuan masyarakat.

Karena itu, bagi orang yang ingin melaporkan propaganda propaganda atau radikalisme yang ada di Internet, komplain mengenai keluhan mereka melalui email Kemenkominfo untuk mengetahui aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Facebook Pun tidak mau pergi

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, bahwa perusahaan yang mengemis Mark Zuckerberg, Facebook juga telah melakukan aksi anti-teroris yang agresif. Dan status Facebook terbaru akan melakukan kampanye sosial melawan terorisme bertajuk “Like Attack” atau serangan menggunakan alias seperti jempol.

Sedangkan untuk mekanismenya, pengguna Facebook diajak membombardir akun yang terkait dengan gerakan ISIS dengan beberapa komentar positif dan suka. misi utama dari hal ini adalah untuk melihatkan bahwa perlawanan dalam bentuk semangat dan pesan bahwa tidak semua orang dapat takut dengan apa yang telah dilakukan ISIS sejauh ini.

Hal menarik tentang kampanye sosial Facebook kali ini, terinspirasi oleh munculnya akun halaman yang mendukung partai neo-Nazi di Jerman. Saat itu, banyak pengguna Facebook yang lebih suka berkomentar positif terhadap tampilan halaman.

Tidak kurang dari ribuan pengguna Facebook, membombardir halaman dengan berbagai komentar positif, dan efek yang secara tidak terduga sangat positif. Oleh sebab itu, Fb ingin menhindari konten yang sangat negatif untuk memerangi tindakan terorisme cyber, yang dilakukan terutama oleh kelompok ISIS.

Kelompok Ini Selalu Mengatasnamakan Jihad, Ini Cara fb dan Google Untuk Memusnahkanya | ADMIN WEB | 4.5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *